Produk Olahan Buah Kakao

Coklat atau produk olahan dari buah kakao adalah makanan sehat. Pohon kakao yang menghasilkan buah yang selanjutnya diolah menjadi coklat terdiri menjadi tiga macam, yaitu criollo, forastero dan trinitario. Kakao jenis criollo mempunyai rasa yang kompleks dan lembut, tetapi cita rasa souvenir chocolatenya kurang kuat, sementara forastero memiliki cita rasa chocolate wedding yang kuat. Sedangkan trinitario menupakan hasil persilangan antara criollo dan forastero.

Khasiat coklat dari chocolate shop untuk kesehatan adalah sebagai antioksidan, antioksidan dalam coklat untuk chocolate souvenir diperoleh dari biji kakao yang mengandung antioksidan flavonoid yang berguna untuk menahan radikal bebas. Namun, khasiat antioksidan ini sangat tergantung dari kadar kakao dalam chocolate Jakarta yang anda konsumsi, semakin besar kadar kakaonya, maka semakin besar manfaat antioksidan dalam sebatang chocolate wedding. Untuk melihat kadar antioksidan dalam coklat dari chocolate shop dapat dilihat pada komposisi di luar kemasan chocolate souvenir tersebut atau dapat pula dari warna chocolate Jakarta itu sendiri, semakin gelap suatu chocolate souvenir, semakin besar kadar kakao yang terkandung di dalamnya. Khasiat antioksidan yang terkandung dalam flavonoid dalam biji kakao sebanding dengan 6 apel atau 4,5 cangkir teh.

Selain sebagai antioksidan, coklat juga berkhasiat membantu tubuh beristirahat atau mengurangi susah tidur. Khasiat ini terkandung dalam protein yang terkandung dalam biji kakao, protein yang kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin dan tyrosin.

Khasiat lainnya adalah coklat mampu mensuplai kalsium dan magnesium untuk tubuh. Oleh karena itu coklat bermanfaat untuk membuat anda bersemangat kembali. Jadi khasiat coklat untuk kesehatan anda, yaitu:
1. Antioksidan untuk menangkal radikal bebas
2. Membantu tubuh beristirahat atau mengurangi susah tidur
3. Membuat bersemangat kembali

Namun coklat yang telah bercampur dengan susu cenderung menghasilkan banyak lemak, itulah sebabnya coklat batangan dengan kadar susu yang tinggi dihindari karena dapat menyebabkan kegemukan. Setelah mengkonsumsi coklat sebaiknya anda banyak mengkonsumsi air putih untuk menghindari resiko batu ginjal.

(Sumber : http://gulungkabel.blogspot.com/2009/07/produk-olahan-buah-kakao.html)

 

 

Penurunan Harga Karet

MUARA TEWEH – Sudah sepekan harga karet di seluruh pedalaman Kabupaten Barito Utara (Batara) anjlok. Akibatnya petani karet menjerit. Harga jual karet di tingkat pengepul kini dihargai Rp9.000 per kilogram, dari harga sebelumnya mencapai Rp11.000 per kilogram.

Menurut warga, turunnya harga karet ini sedikit banyak berpengaruh pada sumber penghasilan dan pendapatan masyarakat sehari-hari. “Turunnya harga karet berpengaruh terhadap sandaran utama masyarakat di pedalaman,” ucap Toyu, warga Kecamatan Lahei.

Petani karet lainnya, kondisi demikian hampir dialami semua kecamatan di Batara. Harga karet berkisar sekitar Rp8.000 – Rp9.000 per kilogram di tingkat pembeli atau penampung. “Penurunan harga jual karet karena di pabrik Banjamasin stok karet menumpuk,” terang Wiwi, warga yang berdomisi di Bukit Bambu Kecamatan Teweh Tengah.

Sementara itu, dari Buntok Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dikabarkan kualitas dan produksi karet menurun. Hal itu disebabkan, proses pembekuannya, dilakukan di dalam air sehingga kualitas karetnya menjadi rendah. Cara demikian hanya menambahkan berat karet, sementara kualitas karetnya menjadi kurang baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Barsel Ir Endang Candramulya, kepada Kalteng Pos (JPNN Grup) mengatakan, semestinya proses pembekuan tidak di air, melainkan dengan memberikan bahan deoraf atau asam semut sebagai campuran khusus untuk pembekuan hasil karet mentah tersebut.

Endang mengatakan, sebenarnya karet yang ada di daerah lain, bahkan yang ada di Kabupaten Barito Selatan ini, seketika keluar dari batang, sama saja kualitasnya. Namun yang menjadi masalah, tambah dia, ketika karet di olah oleh masyarakat, sehingga menjadi karet dengan kualitas baik atau kurang baik.

“Kualitas kurang baik disebabkan petani karet itu sering mencampurnya dengan berbagai benda seperti di campur dengan kulit karet, di campur dengan tanah,” ujarnya. (ner/dad/cah)

(Sumber : http://www.jpnn.com/read/2013/02/09/157693/Harga-Karet-Kembali-Anjlok-)